![]() |
| Bunda, Bianca & Kakak |
Masih ingat sekali saya waktu pertama kali Bianca mampir ke Harvest
Star, belum ada sama sekali rencana mau sekolahin Bianca karena saat itu Bianca
masih berumur 1,5 Tahun (Rencana sesungguhnya sih mau kursusin kakaknya di
tempat kursus di sebelah HS). Tapi Bianca tetep minta masuk ke Harvest Star dan
akhirnya deal hari itu juga administrasi kelar... Bianca pun free trial class.
Tadinya saya takut Bianca akan susah utk ditinggal karena dia agak
pendiam tapi Puji Tuhan hari pertama dan selanjutnya Bianca pun langsung bisa
ditinggal di kelas tidak nangis sama sekali. Hal ini membuktikan keputusan saya
menyekolahkan Bianca di Harvest Star tepat.
Dia merasa nyaman dan sudah jatuh cinta pada pandangan pertama pada
miss-miss nya (tak heranlah miss nya cantik-cantik dan baik hati). Tak
terlupakan juga Bianca pun semakin pintar dari segi apapun (banyak deh pokoknya).
Sekarang Bianca sudah Kindergarten 2 semangat belajarnya Puji Tuhan masih sama
seperti awal. Dari Toddler, Play Group dan Kindergarten 1, kalau libur sekolah
mamanya perlu extra mengalihkan perhatiannya karena Bianca minta sekolah
melulu. Pokoknya harvest star selalu ada di hati Bianca.
Jadi selama hampir 5 tahun Bianca di Harvest Star sudah seperti rumah
kedua baginya. Karena tumbuh kembangnyapun banyak dipengaruhi dari Harvest
Star. Dari segi sosial sangat berpengaruh karena tadinya Bianca termasuk anak
yang susah bergaul dan agak pendiem tapi sekarang dia tumbuh menjadi anak yang
supel.
Dari segi akademik baik motorik halus dan motorik kasarnya bertumbuh
sangat baik. Bukannya ke Gr-an ya... tapi boleh dong bangga akan hasil dari
anak sendiri Bianca termasuk yang cepat dalam hitung-hitungan.
Kalau perkembangan dalam kerohanian Puji Tuhan
Bianca tumbuh menjadi anak yang menghargai sesamanya. Saya ingat pernah bawain
Bianca makanan untuk dibagikan ke teman-temannya (satu hal lagi nilai plus nya,
ada saat mereka sharing time sehingga anak belajar berbagi)... Bianca malah
bilang Mama, jangan sharing time sekarang ya, kasian Azka (temannya yang sedang
berpuasa) nanti dia pengen ma, padahal Azka lagi puasa. Nanti aja ya ma. Jawaban
sederhana Bianca membuat saya berpikir itulah gunanya menyekolahkan anak di
sekolah umum. Anak belajar untuk tenggang rasa. Hal itu juga yang membuat saya
akhirnya memutuskan Bianca melanjutkan sekolahnya di sekolah Umum.
